8+ Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo (Lengkap)

Diposting pada

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo – ialah 2 prasasti yang terletak di Sulawesi selatan. Sekitar 1605 atau di abad ke enambelas sebelum masehi, raja-raja negara Gowa (Daeng Manrabia) dan raja Tallo (Karaeng Matoaya) mengadopsi Islam.

Sekarang, di abad ini, kedua kerajaan kemudian mengkonsolidasikan wilayah mereka menjadi satu kerajaan besar, kerajaan Makassar, dan Daeng Manrabia sebagai kepala kerajaan.

Oleh karena itu, Karaeng Matoaya ialah PM Kerajaan Makassar. Sementara itu, Raja Daeng Manrabia diganti namanya menjadi Sultan Alauddin, sedangkan PM Karaeng Matoaya berganti nama menjadi Sultan Abdullah.

Formasi Kesultanan Makassar dipengaruhi oleh kerajaan Gowa dan Tallo di barat daya Sulawesi, di mana daerah tersebut menjadi lebih strategis dan ekonomis untuk berdagang.

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Berikut adalah beberapa penawaran dari kerajaan Gowa Tallo yang digunakan sebagai bukti sejarah penciptaan kerajaan ini, termasuk:

1. Benteng Ford Ratterdam

Ford Ratterdam, juga dikenal sebagai Benteng Ujung Pandang, oleh penduduk di sekitarnya adalah benteng yang merupakan pengendapan kerajaan Gowa Tallo.

Benteng Ujung Pandang terletak di pantai barat Makassar, di Sulawesi selatan. Benteng ini didirikan oleh raja-raja dari sembilan kerajaan Gowa, Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa ‘risi’ Kallonna pada tahun 1545 Masehi.

2. Masjid Katangka

Masjid Katangka ialah candi tertua di Sulawesi Selatan, yang masih kokoh. Candi ini disebut Katangka, karena bahan dasar yang digunakan untuk mengaturnya diambil dari pohon katangka.

Diyakini bahwa Masjid Katangka memulai pembangunan sekitar tahun 1903 M, tetapi sebagian besar sejarawan tetap skeptis. Ada referensi lain yang menunjukkan bahwa candi ini dibangun pada abad ke 18 Masehi.

3. Masjid Jongaya

Masjid Jongaya diciptakan oleh 34 Raja Gowa bernama Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembang Parang Sultan Husain Tumenangan Bandu’na selama perayaan kelahiran nabi Mohammed SAW pada 1314 H.E.

Menurut informasi yang diperoleh oleh penduduk setempat, setelah candi Nurul Mu’minin dan masjid Katangka, masjid tersebut adalah candi ketiga yang dibangun oleh biara Gowa. Adapun gaya arsitektur, itu hampir identik, karena ia juga didirikan oleh keturunan raja-raja Gowa.

4. Masjid Nurul Mu’minin

Nurul Mu’minin adalah sebuah biara milik kerajaan Gowa Tallo, yang terletak di Jl Urip Sumoharjo, Makassar. Diperkirakan gereja ini dibangun 1.700 tahun yang lalu.

Konon, gereja didirikan oleh salah satu putra kerajaan Gowa, putra Andi Cincing Karaeng Lengkese. Pendirian monumen ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat yang kesulitan mencapai aula doa karena jarak yang lebih jauh adalah Kuil Jongaya.

5. Kompleks Makam Katangka

Kompleks Gua Katangka terletak di dekat Gedung Katangka. Di pemakaman ini, ada kuburan keluarga dan juga keturunan raja-raja Gowa, termasuk Sultan Hasanudin.

Jika Anda ingin menyadari bahwa gua-gua yang terdapat di kompleks ini sangat sederhana, karena istana ditutupi oleh penduduk setempat, sedangkan untuk makam para pemimpin agama dan garis keturunan raja hanyalah kuburan massal.

6. Batu Pallantikang

Batu pallantikang atau luncur ialah batu keras dan keras yang dilapisi batu kapur. Sebagian besar orang yang tinggal di sekitar mereka berpikir bahwa batu itu memiliki instruksi, karena itu dari langit.

7. Istana Balla Lompoa

Istana Balla Lompoa ialah peninggalan dari kerajaan Gowa Tallo, yang terletak di Somba Opu, Kabupaten Gowa, atau lebih tepatnya di subdivisi Sungguminasa.

Diperkirakan istana ini didirikan oleh Raja Gowa ke-3, Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin Tumenanga Ri Sungguminasa atau I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo.

8. Pertahanan Somba Opu

ialah sebuah menara yang dibuat oleh Raja kesembilan Kerajaan Gowa, yaitu Daeng Matanree Karaaeng Tumapa’riisi ‘Kallona pada abad ke 16 M. Benteng ini terletak di Jl Daeng Tat, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kec. Barombong, Line. Gowa, Sulawesi Selatan.

Pada zaman kuno, bangunan itu digunakan sebagai pusat perdagangan untuk pelabuhan dan rempah-rempah yang diperdagangkan di Asia dan Eropa. Namun, benteng itu berhasil diatasi oleh VOC pada tahun 1969, kemudian dihancurkan dan ditelan oleh ombak.

Demikianlah artikel diatas dari ruangbimbel.co.id. semoga bermanfaat dan menambah wawasann kita semua. Terima kasih

Post Sebelumnya

3+ Peninggalan Kerajaan Banjar (Lengkap)

6+ Peninggalan Kerajaan Ternate (Lengkap)

8+ Peninggalan Kerajaan Hindu Terlengkap

6+ Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai (Lengkap)

8+ Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Terlengkap