Mengenal Jewawut

Karakteristik Jewawut

Mengenal Jewawut – Jewawut (Pennisetum glaucum) atau juga dikenal dengan nama pearl millet. Di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara, jewawut dikenal juga dengan nama jawe ataupun betem. Tinggi tanaman jewawut tersebut mencapai 0.5 – 4 m.

Biji jewawut ada yang berwarna agak putih, kuning pucat, coklat, hijau, dan ungu. Diameter biji dapat mencapai 3 – 4 mm dan setiap tangkai dapat pula mengandung sampai 1000 biji. Jewawut mempunyai jumlah kromosom 14 pasang dengan potensi hasil 3.5 ton per hektar.

Secara umum tanaman tersebut diklasifikasi tanaman jewawut sebagai berikut Regnum : Plantae, Divisi : Magnoliophyta, Kelas : Liliopsida, Ordo : Poales , Famili : Poaceae, Genus : Setaria, Spesies : Setaria italic. Jewawut memiliki sistem akar khas Graminae.

Biji nya menghasilkan satu akar seminal ataupun radikula yang dapat berkembang menjadi akar primer. Akar sekunder ataupun akar buku muncul pada buku pertama ketika tanaman jewawut itu telah menghasilkan dua ataupun tiga helai daun.

Akar-akar buku menebal dan juga dianggap menyediakan sebagian besar saluran untuk dapat pengambilan air, ion, dan juga sebagai pendukung pertumbuhan tanaman.

 Jewawut berdasarkan keadaan perikarpnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu utricles dan caryopsis. Jewawut yang termasuk utricles memiliki biji yang dikelilingi perikarp dan hanya terikat di satu tempat, sehingga perikarp mudah dilepaskan. Yang termasuk utricles antara lain finger, proso dan foxtail millet.

Baca Juga Fungsi Jamur

 Tanaman Jewawut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu utricles dan juga caryopsis. Jewawut yang termasuk utricles mempunyai biji yang dapat dikelilingi perikarp dan juga hanya terikat di satu tempat, sehingga perikarp mudah dilepaskan. Yang termasuk utricles yaitu antara lain finger, proso dan foxtail millet. Jenis caryopsis mempunyai perikarp yang terikat kuat di biji. Anggota caryopsis antara lain yaitu pearl, fono, exilis, dan juga teff millet. Di antara spesies jewawut yang ada, jenis pearl millet (Pennisetum glaucum) adalah jenis yang potensial untuk pangan karena itu selain kandungan gizinya, penyebaran pearl millet juga tergolong luas.

Mengenal Jewawut

Kandungan Jewawut

Mengenal Jewawut – Jewawut juga mempunyai nutrisi yang sangat baik dibandingkan dengan kebanyakan serealia yang ada jika dilihat dari kandungan zat besi, kalsium, seng, lipida, dan juga mutu proteinnya. Menurut Singh et al., (1987),  pearl millet mempunyai protein kasar yang lebih tinggi 1-2% dari sorghum. Kandungan lisin dapat lebih tinggi 21% dari jagung dan juga lebih tinggi 36% dari sorghum. Komposisi struktur biji tersebut sedikit berbeda dari sorghum, yaitu bagian dari endosperma 75% sedangkan sorghum 82%. Kandungan lemak nya mempunyai 75% termasuk asam lemak tidak jenuh rantai panjang (PUFA). Jenis PUFA yang terbanyak merupakan asam linoleat. Kandungan vitamin tanaman tersebut  umumnya vitamin C dan juga A. kandungan mineral umumnya Fe, Ca, Mg, dan Zn.

Komposisi kimia tanaman tersebut juga berbeda berdasarkan bagian-bagian bijinya. Kulit ari yang dapat menyelimuti endosperma dan juga embrio merupakan bagian dari jewawut yang banyak mengandung protein, asam lemak, senyawa fungsional, dan juga serat. Bagian kulit ari bukan mengandung banyak protein dan juga lemak, tapi kaya akan serat (FAO, 1995). Kandungan serat pangan pada jewawut ialah sebesar 20.4% (Kamath dan Belavady, 1980).

Biasanya serealia yang akan diolah menjadi bahan pangan dapat mengalami penyosohan oleh karena pertimbangan dari aspek cita rasanya. Jewawut yang disosoh dapat mengalami pengurangan bagian kulit ari dan juga embrio. Penyosohan jewawut selama 100 detik adalah cara optimal untuk mendapatkan produk bubur jewawut yang paling baik dari segi rasa dan juga kandungan antioksidannya.

Senyawa antioksidan yang ada pada jewawut antara lain yaitu senyawa flavonoid. flavonoid terbukti mempunyai kemampuan dalam menangkal radikal bebas dengan sangat baik. Salah satu jenis senyawa flavonoid yang ada pada jewawut ialah tanin yang terdapat pada bagian bran, yaitu pada bagian testa di biji jewawut. Semakin gelap warna testa, maka semakin tinggi kandungan taninnya. Selain tanin, adanya senyawa flavonoid di jewawut yang telah teridentifikasi diantaranya ialah orientin, vitexin, luteolin, tricin, serta apigenin.

Fungsi Jewawut

Mengenal Jewawut – Karena jewawut tersebut bnyak mengandung sumber Vitamin B dan Beta Karotin yang rendah. jewawut bisa menjadi bahan minuman penyegar seperti Milo dan cukup ditambah dengan coklat dan juga susu. Selain itu juga bisa berfungsi sebagai obat kanker. Juwawut dapat digunakan untuk campuran pakan ternak dan juga membuat malt sebagai bahn dasar membuat bir. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai bubur, mie, dan juga kue kering. Bahkan, makanan itu memiliki kualitas yang tidak kalah dengan makanan yang ada dari tepung-tepung lain.

Ketersediaan Jewawut

Jewawut merupakan termasuk tanaman ekonomi minor namun mempunyai nilai kandungan gizi yang mirip dengan tanaman pangan lainnya misalkan padi, jagung, gandum, dan tanaman biji-bijian. Oleh karena itu tanaman jewawut sendiri merupakan tergolong ke dalam jenis tanaman biji-bijian. Masyarakat Indonesia belum dapat mengenal Jewawut sebagai sumber pangan sehingga selama ini tanaman jewawut cuma dijadikan sebagai pakan burung. Pada hal tanaman tersebut dapat diolah menjadi sumber makanan oleh beberapa masyarakat guna mendukung ketahanan pangan dan juga mengantisipasi masalah kelaparan.

Di Indonesia, jewawut dapat ditanam di daerah Jawa, NTB, dan NTT. Penanamannya bersifat tumpang sari dan juga produksinya untuk kebutuhan sendiri sehingga produksinya masih rendah dan terbatas. Di Amerika jewawut sangat berkembang secara komersial dalam pembuatan minuman beralkohol. Sementara di Senegal jewawut dapat diolah menjadi bubur. Sementara itu di Indonesia jewawut lebih masih dikenal sebagai pakan burung. Tanaman tersebut sangat mudah untuk dibudidayakan dan di tanam pada lahan-lahan ladang penduduk dengan cara tanah yang digembur ditaburi dengan biji Jewawut.

Kemudian tanaman tersebut tidak mempunyai musim dan bisa ditanam sepanjang tahun dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhannya. Kemudian tidak perlu adanya jenis tanah khusus. Maka, bisa ditanam dimana saja dengan cara ditabur. Kemudian dari segi ekonomi tidak perlu biaya produksi yang tinggi dan juga dalam pemeliharaan sederhana karena tidak membutuhkan pestisida dan jenis kimia lainnya. Hanya saja perlu dilindungi dari gangguan burung karena merupakan salah satu makanan burung. Sehingga di luar negeri, Jewawut sering di budidayakan pada tempat yang tertutup kaca.

Pengolahan Jewawut

Jewawut bisa dimakan dengan campuran susu perahan, gula dan juga anak ayam yang masih muda, minyak samin, sehingga menjadi sedikit seimbang. Jika dibuat roti dan juga dimakan secara kering bisa mengakibatkan sembelit atau susah buang air besar. Dalam pengolahan jewawut jadi  makanan, jewawut ini mempunyai karakteristik dengan beras. Awalnya tanaman ini, dikuliti, hingga tinggal dagingnya. Masyarakat Sidrap menikmati jenis makanan Baje dari Jewawut yang dicampur dengan gula merah dan juga kelapa, dan songkolo. Berarti jewawut di sini hampir sama dan dapat dikonsumsi seperti beras ketan. Kemudian tanaman Jewawut bisa diolah menjadi tepung untuk mensubtitusi tepung beras. Selain itu tanaman jewawut juga bisa diolah menjadi pakan burung.

Demikianlah artikel dari ruangbimbel.co.id. semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima Kasih