Pengertian Uang : Sejarah, Tahapan

Diposting pada

Pengertian Uang

Pengertian Uang – Uang memegang peranan penting dalam kehidupan sehari – hari. Semua kegiatan ekonomi terkait erat dengan uang. Saat ini, orang – orang biasanya menggunakan uang dalam  bentuk logam dan uang kertas.

Kendala uang hanya berupa kepingan logam dan lembaran kertas saja, namun semua orang menerimanya sebagai alat tukar atau alat pembayaran. Sebetulnya apa yang dimaksud dengan Uang.

Pengertian Uang

Pengertian Uang

Pengertian Uang – Ada beberapa ahli yang mendefenisikan pengertian uang, di antaranya Robertson, A.C. Pigou, R.S. Sayers, dan R.J. Thomas. Berikut ini pendapat mereka mengenai pengertian Uang.

  1. Robertson berpendapat bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum sebagai alat pembayaran barang – barang.
  2. A.C. Pigou mengemukakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum untuk dapat digunakan sebagai alat tukar.
  3. R.S. Sayers menjelaskan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima oleh umum untuk pembayaran pembelian barang, jasa dan kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
  4. R.J. Thomas menyatakan bahwa uang adalah benda yang diterima oleh umum untuk pembayaran pembelian barang, jasa, dan kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.

Berdasarkan Pendapat keempat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Uang adalah segala sesuatu yang di terima secara umum sebagai  sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat tukar dan alat pembayaran. Diterima umum, artinya diterima secara perorangan maupun lembaga. Dengan demikian, benda apa pun yang memenuhi fungsi Uang dan diterima secara umum bisa dinyatakan sebagai uang.

Sejarah Uang

Sejarah Perkembangan Uang dalam kehidupan manusia dimulai  sejak 4 – 5 ribu tahun sebelum Masehi. Uang pertama kali di temukan di daratan Cina dan beberapa Negara di sekitar Laut Tengah. Perkembangan uang dibagi  ke dalam beberapa tahapan berikut.

Tahap Pra Barter

Pengertian Uang – Pada masa pra barter, Kehidupan masyarakat masih sangat sederhana. Mereka belum mengenal alat tukar apapun, semua kebutuhan hidup dipenuhi dengan cara mengambil atau memanfaatkan alam yang tersedia. Masyarakat  mengolah tanah menanam tanaman. Hasilnya dikonsumsi sendiri.

Tahap Barter

Pada perkembangan selanjutnya, kebutuhan masyarakat semangkin beragam dan banyak. Pada tahap ini, orang tidak dapat  memproduksi sendiri  semua kebutuhan. Setiap orang mulai bergantung kepada orang atau masyarakat lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, dilakukan tukar – menukar antar barang. Sejak saat itu, berkembanglah system  barter. Apakah system barter itu?.

Barter adalah perdagangan  dengan saling nenukar barang. Sistem  barter dilanggap mampu menjadi perantara dalam  pertukaran barang. Walaupun demikian, system barter masih menimbulkan kesulitan

Adapun kesulitan –kesulitan  barter adalah sebagai berikut:

  1. Sulit mendapatkan barang kebutuhan yang dikehendaki
  2. Sulit menentukan nilai tukar barang yang benar –benar seimbang
  3. Sulit menyimpan dan mengangkut barang  – barang  yang di perlukan.

Tahap Uang Barang

Untuk mengatasi kesulitan – kesulitan dalam system barter, orang – orang mulai berpikir untuk mencari alat tukar yang dapat mempermudah pertukaran. Mereka kemudian menentukan salah satu jenis benda tertentu yang bisa ditukar dengan segala macam barang yang dibutuhkan beberapa komoditas yang dijadikan alat tukar, antara lain kulit kerang yang berlaku di Indian (Amerika Utara), beras di Cina, garam di India, (tembakau di Kepulauan Solomon, gigi anjing di Papua Nuguni, dan gading gajah di Afrika. Barang apa pun dapat saja dijadikan sebagai alat tukar asalkan setiap orang sepakat atas nilainya. Dalam kegiatan perekonomian yang sederhana itu, alat tukar sudah berupa uang barang (uang komoditas).

Tahap Uang Logam

Dalam beberapa  kurun waktu, orang banyak menggunakan uang barang. Namun, benda – benda yang di gunakan sebagai uang barang itu ternyata memiliki sejumlah kelemahan. Kelemahan tersebut melekat pada sifat – sifat uang barang itu sendiri, misalnya kulit kerang tidak tahan lama karena mudah pecah, garam cepat rusak dan sebagainya. Oleh karena itu orang berpikir kembali untuk menentukan jenis benda yang memenuhi syarat sebagai perantara tukar – menukar. Akhirnya, banyak masyarakat sepakat menjadikan logam mulia, yakni emas dan perak, dijadikan uang logam. Uang logam pertama dibuat oleh bangsa Lidya kono (kini turki) pada sekitar 2.700 SM. Uang logam tersebut terbuat dari electrum, yakni campuran emas dan perak.

Selanjutnya, bangsa Mesir menggunakan uang logam emas dan perak sejak 2.500 Sm. Hal itu kemudian dil lakukan bangsa Yunani sekitar 594 SM dan Romawi sekitar 212 SM. Selain emas dan perak, Logam perunggu dan aluminium digunakan pula sebagai uang Logam yang nilainya lebih rendah.

Tahap Uang Kertas

Dengan Semangkin berkembangnya perekonomian, orang – orang kemudian menciptakan mata uang kertas. Siapakah orang yang pertama kali menciptakan uang kertas? Kiata tidak bisa menjawabnya dengan pasti  karena tidak ada sumber sejarah yang menerangkannya.

demikianlah artikel diatas dari ruangbimbel.co.id semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. terima kasih