Menjalankan Rencana

Diposting pada

Daftar Isi

Siapa yang melakukan perencanaan?

Menjalankan Rencana – Jawabannya: setiap manajer. Sebagian melakukan semuanya atau kebanyakan dari perencanaan mereka sendiri, yang lain –lain ikut serta mengerjakannya. Sedangkan yang lain –lain lagi melakukan bagian terbesar dari usaha- usaha perencanaan. Tidak ada pengaturan tunggal atau sederhana yang sama berlakunya bagi semua organisasi, begitu pula tidak ada sesuatu pendekatan pun terhadap perencanaan yang diikuti dangan taat. Keinginan – keinginan pribadi dari angota –anggota manajemen, kebiasaan dan keadaan masing- masing , buat bagian terbesar, menentukan prakteknya dalam suatu kasus khusus.

Menjalankan  Rencana

Mulai “ start “.

Menjalankan Rencana – Pelaksanaan perencanaan mempunyai cirri-ciri khas tertentu. Yang pantas di catat: Ciri- cirri itu meliputi :

  • Tempat untuk memulai perencanaan. Lebih baik memulai perencanaan dengan isu –isu pokok. Hal ini tidak saja memungkinkansuatu struktur yang luas, tetapi juga menyelesaikan pertimbangan- pertimbangan, yang perlu untuk perencanaan berikutnya.
  • Pengarus unsur manusia. Keberhasilan atau kegagalan sesuatu rencana secara langsung berkaitan dengan cara bagaimana pegawai-pegawai melakukan perkerjaannya masing- masing. Kepercayaan kuat kepada rencana- rencana dan manusia bertanggung jawab yang di tetapkan berada paling depan dalam daya guna kebanyakan rencana – rencana.
  • Susunan Komponen –komponen. Rencana – rencana mengandung dua jenis isu- isu : (a) “variable” – berubah- ubah dan (b) “constan”)tetap – yang pertama mengatur banyaknya alternative-alternatif yang berasal  dari suatu rencana dan biasanya memperoleh perhatian yang paling banyak dari si perencana. Juga, sebuah rencana mengandung (factor- factor “tangible”-yang dapat diraba- dan (b) factor- factor tak tampak.
  • Proses perencanaan tentative (percobaan). Kebanyakan rencana terbentuk berangsur- angsur dengan lambat. Ia mulai dengan konsep- konsep dan data –data permulaan. Ini diperhalus, diintegrasikan, ditambah dan dikurangi , dan bagian- bagiannya diubah seluruhnya, sampai rencana akhir di rumuskan.

Hal- hal ini seharusnya selalu ditanyakan dalam urutan berikut:

  • “Why” – mengapa –harus itu dilakukan? Hal ini menerangkan dengan jelas keperluan yang sebenarnya akan pekerjaan itu serta hal- hal yang penting – pentingnya.
  • “What” – apa- yang diperlukan? Jenis dan banyaknya kegiatan- kegiatan yang di perlukan, maupun keperluan mesin dan peralatannya, jadi terungkap dengan jawaban –jawaban atas pernyataan ini.
  • “Where” – Kapan – Kerja itu akan dilakukan? Ini memberikan penekanan pada pertimbangan ruangan. Dalam sebuah kantor, di lapangan, di kantor cabang – di lokasi mana pekerjaan itu harus dilakukan.
  • “When” – Kapan – kerja itu akan di laksanakan? Ini menekankan pertimbangan waktu  kapan harus masing –masing bagian pekerjaan di mulai dan di hentikan? Penjadwalandan sekaligus operasi- operasi di temukan dengan menjawab pertanyaan ini.
  • “Who” – siapa- yang akan melaksanakanya, pertanyaan ini dirancang untuk mengungkapkan jenis dan tersedianya keahlian dan pengalaman yang di perlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang di rencanakan dengan memuaskan.
  • “How”-bagaimana- caranya mengerjakan. Pertanyaan ini mengarahkan perhatian kepada cara yang diusulkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Sebenarnya ia digunakan sebagai suatu pemeriksaan bagi seluruh rencana dan sebagai ujian dari kesempurnaan.

Langkah langkah kunci .

Menjalankan Rencana – Kebanyakan perencanaan bercirikan langkah langkah kunci, yang  digunakan sebagai barang pegangan bersama dalam usaha pokok manajerial berikut:

  • Bayangkan dan nyatakan masalah, yang dimaksudkan oleh perencanaan untuk membantu penyelesaian. Adalah vital, bahwa para perencana akan mampu melihat dengan jelas, apa yang mereka usahakan hendak dicapai, apakah hambatan-hambatan utama atau kondisi – kondisi sekarang yang tampaknya memerlukan modifikasiatau peniadaan dan tambahan- tambahan apa yangtampaknya diinginkan.
  • Peroleh dan kualifikasikan informal, yang dapat digunakan, mengenai kegiatan- kegiatan yang di usulkan. Pemikiran –pemikiran dan konsep- konsep mengenai apa  yangharus dimasukkan ke dalam rencana, diperoleh dari dokumen- dokumen pengamatan, wawancara, pengalaman, praktek organisasi-organisasi lain, .
  • Sering dalil-dalil perencanaan: kepercayaan si perencana, maksud rencana dan informasi, digabungkan, untuk menyarankan dalil mana yang akan diambil.
  • Susunlah beberapa buah rencana dan dari situ pilihlah rencana yang diikuti, Ada beberapa cara untuk mencapai setiap tujuan. Kemungkinan yang bermacam macam terungkapkan dalam langkah ini, mungkin banyak daya cipta yang diperlukan untuk berbuat begitu,Tetapi biasanya yang paling baik adalah mengembangkan beberapa buah rencana alternative.
  • Tetapkan perincian dan waktu dari rencana pilihan dan aturlah untuk “ follow-up-tindak lanjut-nya.

Demikianlah artikel diatas dari ruangbimbel.co.id. semoga bermaanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih