Karya Sastra

Diposting pada

Karya Sastra – Hai sobat ruangbimbel.co.id. diartikel sebelumnya kita sudah membahas artikel mengenai Penulisan Huruf Kapital. maka kali ini kita bakal membahas artikel mengenai Karya Sastra. Nah langsung aja yuuk simak artikel ini beserta ulasan lengkapnya dibawah ini.

Karya Sastra

Karya Sastra adalah hasil karya sebuah budaya kebahasaan, yaitu bahasa Indonesia. Secara singkat, karya sastra dapat dibagi menjadi 2, yaitu karyaa sastra Indonesia lama dan karyaa sastra Indonesia modern.

Karya Satra Lama

Karyaa Satra Lama adalah karya-karya yang dihasilkan oleh para sastrawan yang masih berada pada zaman kerajaan-kerajaan atau di masa sebelum adanya pergerakan nasional. Bentuk-bentuk karyaa sastra lama antara lain : pantun, hikayat dan cerita rakyat (dongeng).

Karya Satra Penjelasan dan Ciri-ciri
Pantun Setiap bait  terdiri dari empat baris. Baris pertama dan kedua berupa sampiran Baris ketiga dan keempat berupa isi Pantun biasanya bersajak a-b-a-b. Setiap baris pantun terdiri atas 8-12 suku kata
Hikayat Hikayat adalah karia satra lama bentuk prosa. Biasanya menceritakan tentang kehidupan dewa-dewa, raja, dan kerjaan.Berlatar belakang tempat antah berantahMenceritakan kehidupan dewa-dewa.Ceritanya cenderung menceritakan sesuatu yang bersifat khayalan.
Cerita rakyat (dongeng) Cerita rakyat (dongeng) adalah cerita yang hidup di dalam suatu masyarakat.Cerita ini diwariskan secara turun menurun secara lisan. Misalnya, cerita ajisaka, malin kundang, asal mula kota banyuwangi, dewi sri, dan cerita ratu kidul.

Karya Sastra Baru

Karyaa sastra modern lahir setelah munculnya pergerakan nasional atau tidak lagi pada zaman kerajaan zaman dahulu. Bentuk-bentuk dari karya sastra modern antara lain : puisi, drama, cerpen, dan novel.

Unsure Sastra

  1. Tema – pokok bahasan uang disampaikan dalam karya tersebut.
  2. Latar – terdiri dari latar tempat, waktu, tempat terjadinya peristiwa dama cerita tersebut.
  3. Tokoh – orang atau pelaku yang terdapat dalam cerita. Tokoh yang memiliki watak baik disebut tokoh protagonist. Tokoh yang memiliki waktu jahat disebut tokoh antagonis. Interaksi antara tokoh-tokoh dapat dilihat dari dialog atau percakapan.
  4. Alur – jalannya cerita yang menghubungkan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang satu dengan peristiwa lain baik sebelum atau sesudahnya.
  5. Amanat – pesan moral atau hikmah yang disampaikan oleh pengarang dalam karya tersebut. Amanat yang disampaikan sesuai dengan tea yang diangkat dalam karya tersebut.

Demikianlah artikel diatas dari ruangbimbel.co.id. semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih