Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

Diposting pada

Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya – Hai sobat ruangbimbel.co.id, di artikel sebelumnya kita sudah membahas artikel mengenai Pengertian Devisa Adalah – Arti, Fungsi, Caranya. maka kali ini kita bakal membahas artikel mengenai Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya. Nah langsung aja yuk simak artikel ini beserta ulasan lengkapnya dibawah ini.

Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

10 Faktor Penghambat Perubahan

Beberapa Faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial budaya, yaitu sebagai berikut :

Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Luar

Masyarakat yang kurang melakukan hubungan dengan masyarakat luar dapat menyebabkan kurangnya mendapat informasi  tentang perkembangan dunia. Hal ini mengakibatkan masyarakat tersebut terasing dan tetap terkurung dalam pola – pola pemikiran yang sempit dan lama. Mereka cendrung tetapmempertahankan tradisi yang tidak mendorong kea rah kemajuan. Coba saja tengok kehidupan masyarakat – masyarakat terasingyang masih terdapat di Indonesia, seperti orang Rimba di Sumatra dan suku  Dani di Papua.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Terlambat.

Jika suatu syarakat kurang melakukan hubungan dengan masyarakat luar, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknoligi pada masyarakat tersebut menjadi lambat. Hal ini disebabkan mereka kurang atau belum menerima informasi tentang kemajuan masyarakat lain. Di samping itu, penjajahan maju dapat menyebabkan terlambatnya  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknoligi pada suatu masyarakat . Fakta ini bisa dilihat ketika Indonesia di jajah belanda dan jepang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terhambatnya perubahan sosilal dalam masyarakat tersebut.

Sikap Masyarakat yang Tradisional

Masyarakat yang masih mempertahankan tradisi yang dulu dan menganggap tradisi  tak dapat diubah secara mutlak oleh sebab itu dapat mengakibatkan terhambatnya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut. Hal ini disebabkan masyarakat tak tersedia menerima inovasi dari luar masyarakatnya. Padahal , Inovasi tersebut merupakan salah satu factor yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat. Kondisi masyarakat semacam ini semakin parah jika dikuasai oleh kaum konservatif (kolot) yang tak menginginkan adanya perubahan. Kaum ini sangat  mengagung – agungkan   tradisi dan  menganggap bahwa tradisi nenek moyang merupakan tradisi yang harus tetap dipertahankan agar tidak termakan oleh perkembangan zaman.

Prasangka terhadap Hal –hal yang Baru atau Asing

Prasangka seperti ini dapat menimbulkan Rasa curiga terhadap hal – hal baru yang datang dari luar dapat  menghambat  terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Sikap ini bisa dijumpai dalam masyarakat.  Sikap ini bisa dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa  – bangsa Barat. Mereka tak bisa melupakan pengalaman – pengalaman pahit selama masa penjajahan. Akibatnya , semua unsusr – unsure baru yang berasal dari bangsa Barat selalu dicurigai dan sulit mereka terima.

Adat atau Kebiasaan

Adat atau Kebiasaan juga dapat menghambat terjadinya  perubahan sosial dalam suatu masyarakat. Unsur – unsure baru dianggap oleh sebagian masyarakat dapat merusak adat atau kebiasaan yang telah mereka anut sejak lama. Mereka khwatir adat atau kebiasaan yang dianut menjadi punah jika mereka menerima unsusr – unsure baru, bahkan dapat merusak tatanan atau kelembagaan sosial yang mereka bangun dalam masyarakat.

Tipe – tipe Perilaku  Masyarakat dalam Menyiapkan Perubahan

Perilaku suatu masyarakat dipengaruhi oleh beberapa  factor, salah satunya adalah factor perkembangan teknologi  komunikasi dan informasi. Adanya perkembangan teknologi dinilai banyak memicu terjadinya ubahan sosial budaya tercermin dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya tercermin dari perubahan prilaku  dalam masyarakat tersebut. Hal ini terjadi pula dalam perilaku masyarakat Indonesia.

Sebelum adab 21, komunikasi antar bangsa, Negara,  maupun wilayah tidak mudah dilakukan. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi komunikasi dan Informasi belum sepesat sekarang. Banyak keterbatasan yang dihadapi, terutama dalam perolehan suatu informasi.

Pada saat ini, peristiwa yang terjadi di satu tempat tidaklah mudah diketahui oleh orang – orang yang  tinggal di tempat lain. Kejadian di Amerika tidak mudah diketahui oleh orang – orang yang tinggal di belahan bumi lainnya, seperti Eropa, Asia, Afrika, dan Autralia. Karena itulah, pandangan dan gaya hidup masyarakat Amerika tidak terserap oleh masyarakat lain, Seperti masyarakat Indonesia masih bersifat local dan khusus atau daerahan, serta masih mengacu pada kebiasaan dan budaya nenek moyang.

Keterbatasan komunikasi juga mengisolir peristiwa yang berlangsung di wilayah tertentu. Misalnya peristiwa di Banda Aceh bisa lama sekali pemberitaannya sampai ke Merauke. Demikian pula dengan kondisi dan peristiwa di Jakarta  tidak mudah diperoleh oleh  masyarakat Jakarta tidak mudah ditiru masyarakat lain. Akan tetapi, semua itu telah berubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi serta informasi  menjelang abad ke-21.

Dewasa ini, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah. Dalam hitungan menit hingga detik ,peristiwa yang dapat  terjadi di suatu wilayah diketahui oleh wilayah lain. Ditemukannya satelit membuat komuniaksi menjadi lebih mudah. Kemudahan komunikasi imemilih dan menentukan pandangan perilaku, serta. nilah yang membawa penghuni dunia ke dalam kehidupan bersama. Hal ini memungkinkan mereka  dapat saling berinteraksi, memengaruhi, dan dipengaruhi . Selain itu, mereka dapat gaya hidup. Maka dari itu Gaya hidup yang menyangkut pilihan pekerjaan, kesibukan, makanan, mode pakaian, dan kesenangan dalam suatu masyarakat telah mengalami Perubahan.

Demikianlah artikel diatas dari ruangbimbel.co.id. semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih